MODERASI BERAGAMA ALA GUSJIGANG


Ditulis Oleh : RAFIKA ANISSA MAULINA

Sejarah kebudayaan Islam mencatat icon Menara sebagai simbol identitas lahirnya kebudayaan Islam di Kota Kudus. Kota Kudus telah melahirkan 2 sosok Wali, Sunan Kudus Dja'far Shodiq  dan Sunan Muria yang memiliki nama asli Raden Umar Said. Tak kuranh dari 1000 peziarah datang ke kudus setiap harinya. Dalam dakwahnya, sunan Dja'far Shodiq membawa falsafah 'Gusjigang'.

Falsafah 'Gusjigang' merupakan falsafah kehidupan yang dipelopori oleh Sunan Kudus, Sunan Dja'far Shodiq. Beliau menjabarkan mengenai makna 'Gusjigang' yang terdiri dari kata 'Gus' Bagus(Baik), 'Ji' Ngaji(Belajar Al-quran Hadist), 'Gang' Dagang(Jualan/Berdagang). Falsafah ini terdengar biasa saja, tapi siapa sangka bahwasanya falsafah ini mengandung beberapa aspek yang dapat membangun kehidupun sejahtera. Jika dilihat dari penggunaan kata 'Gusjigang' setidaknya ada 3 aspek yang perlu digaris bawahi, yaitu Aspek Religius, Ekonomi dan Sosial Budaya.

Pengimplementasian Gusjigang dalam moderasi beragama ditekankan dalam ketiga makna, dimana moderasi beragama bukan hanya sekedar membentuk perkumpulan yang individualis, namun juga menerapkan tata aturan yang sesuai dalam masyarakat, seperti halnya menghindari berbagai macam paham yang membuat masyarakat menjadi terbelah dan terdiskriminasi. Bentuk penerapan 'Gusjigang' inilah yang dapat menjadikan kaum millenial dan generasi Z nantinya tidak terjebak dalam paham yang radikal.

Dalam pengimplementasian moderasi beragama hendaknya menerapankan akhlak sopan, santun dan etika. Generasi millenial atau generasi Z yang saat ini terbuai dalam lautan tekhnologi hendaknya dapat menjadikan moderasi beragama untuk membentengi diri dari pengaruh negatif, karena jika tidak di bentengi dengan pemahaman agama yang baik akan memporakporandakan kehidupan masyarakat seperti halnya hilangnya sikap toleransi antar umat, munculnya paham yang bertentangan dengan norma, serta adanya diskriminasi. Selain itu, salah satu Implementasi moderasi beragama yang tertuang dalam falsafah gusjigang tersebut adalah meningkatkan rasa kepekaan, empati, simpati dan rasa semangat menyebarluaskan dakwah Islam dengan dukungan yang kuat dari dalam diri sendiri, orang lain dan dari norma yang berlaku di masyarakat. Seperti Sunan Kudus yang tidak hanya berdagang untuk mencari keuntungan saja, tetapi juga untuk dukungan dakwah Islam agar tercapainya kesejahteraan hidup.


Jika ada pertanyaan, kritik maupun saran bisa dikirim ke email kita kkn176.faighting@gmail.com atau DM akun sosmed kami Facebook Kkn Satutujuhenam, dan untuk Instagram @kknikdr176_iainkudus. Mau lihat video2 menarik dari kami kan? Bisa subscribe YouTube kami KKNIK DR 176 biar nggak ketinggalan info-info lainya ya temen-temen. Dan pastinya stay tune di blog kami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis Nasabah dalam Bank Syariah

Mengenal Kartu Kredit Syariah, Halalkah?!!

πŸŽ‰πŸŽ‰ *[WEBINAR KESEHATAN]* πŸŽ‰πŸŽ‰ *"Meningkatkan Kesehatan Psychosocial pasca Covid-19"*