Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah di Masa Pandemi

Ditulis oleh : Eka Restiana

       Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan new normal. Selain kesehatan, isu ekonomi menjadi salah satu hal yang menjadi pertimbangan pemberlakuan new normal di Indonesia. Isu kesehatan dan ekonomi menjadi isu yang saling berkaitan dalam kondisi saat ini. Salah satu yang terdampak dalam pandemi Covid-19 adalah perbankan syariah.
       Pembiayaan yang sudah tidak selancar dulu, menjadikan banyak perusahaan yang bermitra dengan perbankan syariah mengalami masalah finansial. Dalam masa pandemi yang masih berlangsung, ekonomi merupakan aspek yang cukup terdampak. Sebagian orang kehilangan pekerjaan sebagai akibat dari sistem perusahaan yang harus terus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Pendapatan perekonomian beberapa sektor pun ikut menurun. Tentu tidak ada yang pernah menduga akan datangnya masa ini. Menurut beberapa ahli dan pengamat perbankan syariah, kondisi ini jauh lebih parah dibandingkan dengan krisis moneter yang terjadi di tahun 1998. Krisis moneter saat itu lebih berdampak pada sektor ekonomi, namun kondisi saat ini sudah memberikan dampak multidimensional.
       Peluang bagi perbankan syari’ah di Indonesia. 
a. Mayoritas penduduk Islam. Kuantitas ini, merupakan bangsa pasar yang begitu potensial. Ketika umat Islam mau memanfaatkan maka bank syari’ah akan berkembang lebih pesat dan dahsyat. Akan tetapi, bukan berarti menafikan pelanggan non-muslim, bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi insan perbankan syari’ah untuk meraihnya. Beberapa perbankan syari’ah luar negeri, sudah banyak memiliki customer nonmuslim. 
b. Fatwa bunga bank. Fatwa ini, dapat menjadi legitimasi bagi perbankan syariah dalam mensosialisasikan kiprahnya.
c. Menggeliatnya kesadaran beragama. Hal ini ditandai dengan maraknya acara keagamaan seperti pengajian dan umroh para eksekutif dan selebritis, diskusi aktual keislaman di kampus atau masjid, termasuk kuliah subuh di radio dan televisi. Bahkan ada majelis atau instansi mengadakan acara keagamaan secara rutin. Tentunya, semua ini memberi andil cukup besar dalam menggugah kesadaran beragama, termasuk untuk menerapkan perekonomian Islam.
d. Menjalarnya penerapan ekonomi  Islam. Saat ini, hadir asuransi syariah (takaful), pegadaian syari’ah, MLM syariah (ahad net), koperasi syariah, pasar modal dan obligasi syari’ah termasuk bisnis hotel syariah. Pada gilirannya, memberi peluang begitu lebar bagi bank syariah untuk melakukan net working, sehingga akan lebih berkembang dan bisa saling menguntungkan.
e. Berkembangnya lembaga keislaman. Kehadiran partai Islam pasca reformasi, setidaknya berpengaruh terhadap iklim kehidupan nasional. Terutama ketika politisi muslim tampil sebagai pembuat kebijakan (law maker). Diharapkan kebijakannya sesuai syariah dan mendukung penuh pada kemajuan bank syariah. Berdirinya sekolah tinggi ekonomi Islam atau sejumlah perguruan tinggi yang membuka jurusan ekonomi Islam, serta maraknya sekolah Islam unggulan merupakan saham berharga untuk mencetak kader-kader ekonom dan bankir Islam.
       Tantangan Bank Syari’ah itu meliputi : 
a. Pengembangan kelembagaan. Sampai saat ini, kelembagaan perbankan syari’ah belum sepenuhnya mapan. Beberapa hal masih perlu dibenahi, terutama dalam manajemen, tugas dan wewenang, peraturan, dan struktur keorganisasian. Hubungan antara bank konvensional dengan unit syari’ahnya (subsystem) perlu diperjelas, agar sinergis. Dual banking system yang selama ini dijalankan perlu disempunakan, terutama karena belum adanya Deputi Gubernur khusus syari’ah. Bahkan ke depan perlu dipikirkan adanya BCS (Bank Central Syari’ah).
b. Sosialisasi dan promosi. Di lapangan, cukup banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh ‘sosok’ bank syariah. Persoalan pada pasar mengambang adalah ada yang sudah tahu tapi belum paham, sudah paham tapi belum percaya, sudah percaya tapi belum sepenuhnya berpartisipasi. Proses sosialisasi perlu dilakukan secara continue. Promosi yang gencar dan menarik dengan memanfaatkan  berbagai media. Yang perlu digarisbawahi bahwa, sosialisasi dan promosi itu harus mampu membentuk image dan dapat mengubah pilihan pasar mengambang pada bank syariah.
c. Perluasan jaringan kantor. Indonesia memiliki wilayah yang amat luas. Akan tetapi jumlah kantor syariah yang beroperasi hingga ke pelosok masih kurang. Tantangan ini barangkali dapat dipecahkan dengan cara mensupport pemerintah mendirikan bank syariah, optimalisasi outlet pada setiap bank konvensional dan bank asing atau menggolkan konversi bank BUMN besar menjadi bank syariah.
d. Peningkatan SDM. Harus diakui secara jujur, bahwa sumber daya insani perbankan syariah yang profesional, amanah, dan berkualitas belum sepenuhnya tersedia. Training, workshop, seminar, studi banding, serta berbagai pembinaan lain untuk meningkatkan kompetensi SDM harus mendapat perhatian serius.
e. Peningkatan modal. Tantangan ini masih dirasakan oleh bank syariah di Indonesia. Besar kecilnya kemampuan pembiayaan bank-bank syariah, amat tergantung pada kemampuan modalnya. Perlu juga nampaknya mendesak pemerintah untuk menempatkan dana besar pada bank syariah.
f. Peningkatan pelayanan. Perbankan syariah perlu terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Prinsip pelayanan yang ramah, mudah, cepat dan murah harus menjadi trade mark bank syariah. Ramah dalam melayani, mudah dan cepat dalam proses, serta murah dalam biaya (administrasi). Dalam operasionalnya di lapangan, bank syariah harus terus dibina dan sekaligus diawasi. Dibina untuk lebih berkembang, diawasi agar tidak timbul penyimpangan.



Jika ada pertanyaan, kritik maupun saran bisa dikirim ke email kita kkn176.faighting@gmail.com atau DM akun sosmed kami Facebook Kkn Satutujuhenam, dan untuk Instagram @kknikdr176_iainkudus. Mau lihat video2 menarik dari kami kan? Bisa subscribe YouTube kami KKNIK DR 176 biar nggak ketinggalan info-info lainya ya temen-temen. Dan pastinya stay tune di blog kami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis-jenis Nasabah dalam Bank Syariah

Mengenal Kartu Kredit Syariah, Halalkah?!!

πŸŽ‰πŸŽ‰ *[WEBINAR KESEHATAN]* πŸŽ‰πŸŽ‰ *"Meningkatkan Kesehatan Psychosocial pasca Covid-19"*